Aku, kau dan dia


Pagi hari jum’at kau jujur.

Jujur tentang hati yang kau miliki.

Diantara insan saling mengasihi.

Sekilas cermin menghampiri hati takala harus mengalah.

Mengalah saat kau telah memilih diantara aku dan dia.

Aku biarlah menjadi kenangan sedangkan dia biarlah menjadi benang penyatu antara kalian.

Dia jangan pernah begini.

Begini hanya sekedar anggapan hati yang jauh melangkah mengapai cinta.

Emang cinta sekedar perasaan namun sangat pahit dan menyisakan luka.

Sebenarnya ku tak mau main perasaan.

Biarlah perasaan mengalir apa adanya.

Mungkin aku mulai mengerti apa yang dikatakan orang itu benar bahwa cinta tak harus memiliki.

Sorry aku tak mau jadi pengganggu.

Pengganggu antara kau dan dia.

Biarlah kau dan dia hidup damai antara cinta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s